Rabu, 08 Februari 2012

ulul azmi

            Nabi Nuh adalah keturunan yang kesepuluh dari nabi Adam a.s. Beliau diutus menjadi nabi dan rasul Allah di Armenia. Sejak usia empat puluh tahun, tak henti-hentinya nabi Idris menyeru kepada kaumnya agar menyembah hanya kepada Allah dan melarang mereka mempersekutukannya. Tetapi sebagian manusia ketika itu tidak menghiraukan seruan itu, bahkan mereka menentang ajaran Nabi Nuh. Sampai berusia 950 tahun, nabi Nuh a.s. tetap dalam usahanya mengembangkan syiar agama islam. Selama itu, amat sedikit orang yang mau mengikuti ajaran beliau.
            Akhirnya datanglah perintah Allah kepada nabi Nuh a.s. untuk membuat perahu besar(bahtera). Maka, bersama para pengikutnya, nabi Nuh a.s. megerjakan pembuatan bahtera itu. Tatkala kaum Nabi Nuh mengetahui hal itu, maka keluarlah bermacam-macam cemooh dan penghinaan. Namun, segala ejekan dan penghinaan itu disambut oleh nabi Nuh dengan tenang dan sabar.
            Tak lama kemudian selesailah pembuatan bahtera itu. Dengan demikian, isyarat Allah mulai tampak. Hujan dan topan tercurah ke bumi tak henti-henti. Bersamaan dengan itu, mata air bersemburan dari bawah tanah. Peristiwa itu terjadi berhari-hari, sehingga air yang tergenang di permukaan tanah semakin meninggi. Lama kelamaan, bumi pun menjadi lautan yang besar.
            Banjir besar pun terjadi, dan bahtera nabi Nuh a.s. terapung di atasnya. Beliau bersama para pengikutnya selamat, sedangkan yang lainnya habis tenggelam dan ditelan oleh banjir dahsyat itu. Anak kandung nabi Nuh a.s. termasuk diantara mereka yang tenggelam. Didalam bahtera itu dinaikkan pula berbagai jenis binatang. Sebenarnya, sejak tanda-tanda banjir akan meninggi, Nabi Nuh a.s. mencoba membujuk anaknya untuk ikut bersama beliau. Tetapi, karena kesombongannya, anak itu menolaknya.
            Begitulah janji Allah akhirnya tiba, siapa pun yang mendurhakainya, pasti ditimpa azab, meskipun kan’an anak nabi Nuh a.s. Setelah semua orang kafir tenggelam dan mati dilanda air bah yang dahsyat, barulah air mulai surut atas kehendak Allah.